Penggunaan Musik Ambient Dalam Tata Ibadah Di Gereja IFGF Manado

Authors

  • Siguti Aprinnostein Sianipar Institut Agama Kristen Negeri Manado
  • Markus Bona Tangkas Sirait Institut Agama Kristen Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.51667/jpsalmoz.v3i1.802

Keywords:

Musik Ambient, Gereja Karismatik, Nyanyian Jemaat

Abstract

Musik ambient selalu ada hadir pada setiap peristiwa kegiatan masyarakat yang melibatkan suatu kelompok musik untuk mengiringi rangkaian kegiatan atau pun menjadi bagian inti dari kegiatan tersebut. Musik Suasana juga dapat kita temui pada musik latar dari sebuah film untuk menciptakan dan membangun emosi penonton yang mengikuti rangkaian cerita dari awal hingga akhir film. Penggunaan musik di dalam gereja umumnya untuk mengiringi nyanyian jemaat, hal ini digunakan untuk membantu jemaat dalam menyanyikan lagu – lagu gereja dan menikmati syair dari lagu tersebut yang belum menekankan pada musik ambient. Di beberapa gereja khususnya IFGF Manado dalam proses tata ibadah dari awal hingga akhir, musik ambient selalu hadir untuk mengisi setiap aktifitas proses ibadah. Musik Suasana pada tata ibadah di gereja merupakan musik latar yang menekankan atau membangun suasana ketika musik dimainkan kepada para pendengar khususnya jemaat gereja. Penggunaan musik tersebut umumnya menggunakan synthesizer dengan berbagai bunyi instrumen musik di dalamnya untuk menciptakan latar suara untuk lingkungan sekitar.

References

Allan P Merriam. 1975. The Anthropology of Music. USA: University Press.

Bayu Wijayanto, G. R. Lono. L. Simatupang & Victor Ganap. (2015). Strategi Musikal dalam Ritual Pujian dan Penyembahan Gereja Kristen Karismatik . Jurnal Resital, Vol. 16, No. 3. Yogyakarta.

Bob Sorge. 2016. Mengungkap Segi Pujian dan Penyembahan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Brian Eno. 1996. A Year with Swollen Appendices. London: Faber and Faber Ltd.

Djohan Salim. 2009. Psikologi Musik. Yogyakarta: Best Publisher.

Elizabeth L. White & Nikki S. Rickard. 2015. Emotion Response and Regulation to “Happy” and “Sad” Music Stimuli : Partial Synchronization of Subjective and Physiological Responses. Musicae Scientiae.

Goodridge. 1999. Rhythm and Timing of Movement in Performance Drama, Dance and Ceremony. London and Philadelphia: Jessica Kingsley Publishers.

Huberman, Michael dan Mattew B. Miles, 2009, Manajemen Data dan Metode Analisis dalam Handbook of Qualitative Research, Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln (eds), Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Neuman, W. Lawrence. 2013. Metode Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: PT. Indeks.

Till, Rupert. 2017. Ambient Music and Religion: Handbook for Religion and Popular Music. Bloombsbury: University of Huddersfield

Downloads

Published

2022-01-31

How to Cite

Sianipar, S. A., & Sirait, M. B. T. . (2022). Penggunaan Musik Ambient Dalam Tata Ibadah Di Gereja IFGF Manado. Psalmoz: A Journal of Creative and Study of Church Music, 3(1), 20–28. https://doi.org/10.51667/jpsalmoz.v3i1.802