“SATU MAKNA, DUA IDENTITAS” MEMAKNAI SPIRIT RELIGIOSITAS PADA PERJUMPAAN WOR DAN KEKRISTENAN DI “RUANG KETIGA “
DOI:
https://doi.org/10.51667/pwjsa.v2i1.613Keywords:
Wor, Spirit Religiusitas, Ruang Ketiga, Byak NumforAbstract
Abstrak
Tulisan ini berupaya menemukan bagaimana cara memaknai spirit religiositas melalui perjumpaan antara Wor dan Kekristenan di ruang ketiga. Penelitian ini dimotivasi dari beberapa tulisan sebelumnya yang menemukan bahwa Ritual Wor sebagai teologi pribumi mengalami transformasi dan menyebabkan perubahan dengan mengedepankan aturan kekristenan yang dominan.Tidak dapat dipungkiri, misionaris mula-mula cenderung menggunakan cara-cara dominasi.Mereka mengonstruksi identitas Koreri dan ritual Wor dengan menjustifikasi sebagai kepercayaan sesat, menyembah setan, dan tidak lebih baik dari kekristenan.Padahal Wor merupakan ritual pemujaan terhadap “yang transenden” dari Koreri sebagai pandangan hidup orang Byak.Pada perkembangannya, wor mulai diintegrasikan ke dalam peribadatan khususnya liturgi masa advent di dalam tradisi Kristen.Melalui metode penelitian kualitatif, kami mencoba untuk mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan sejumlah informan yang terlibat dalam pertemuan tradisi ini kedua trtadisi ini.Sementara itu, konsep ruang ketiga dari Homi Bhaba digunakan oleh kami untuk mengetahui bagaiamana pemaknaan akibat dari perjumpaan keduanya.Kemudian, kami menemukan bahwa bertemunya wor dan kekristenan di ruang ketiga telah menempatkan peluang untuk negosisasi di antara keduanya. Salah satu faktor penting yang mendorong negosiasi dilakukan, karena identitas ganda; sebagai penganut agama kristen dan juga sebagai orang Byak yang berbudaya. Melalui perjumpaan antara kedua entitas pengharapan ini, maka negosiasi bisa dilakukan untuk menjelaskan ulang ambivalensi yang telah terjadi di masa lalu hingga kini dan memaknainya sebagai spirit religiositas pengharapan.
References
Aditjondro, George Junus. 2000. Cahaya Bintang Kejora; Papua Barat Dalam Kajian Sejarah, Budaya, Ekonomi, Dan Hak Asasi Manusia. Pertama. edited by Amiruddin. Jakarta: ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat).
Arwam, Hendrik. 2017. Mitologi, Tradisi Dan Politik Otonomi Khusus Papua: Refleksi Kritis Atas Fakta Sejarah Masa Lalu, Masa Kini, Dan Masa Depan: Seri Pembelajaran Sejarah Dan Politik. Yogyakarta: Absolute Media.
Bauckham, Richard. 1993. Teologi Mesianis: Menuju Teologi Mesianis Menurut Jurgen Moltmann. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Bhabha, Homi K. 1994. “Introduction: Locations of Culture.” in The Location of Culture.
Creswell, John W. 2007. “Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Method Aproaches.” SAGE Publications. doi: 10.4135/9781849208956.
Geertz, Clifford. 1973. “The Interpretation of Cultures : Selected Essays LK.” Basic Books, Inc New York.
Hutubessy, F. K. 2016. “Nasionalisme Eksternal Dan Internal Papua.”
Hutubessy, Fred Keith. 2019. “Pergerakan Sakralitas-Nasionalisme Papua : Pola Pergerakan Aliansi Mahasiswa Papua Dalam Ruang Solidaritas Di Yogyakarta.” Mozaik Humaniora.
Kafiar, Max. 2017.“Pemaknaan Wor Dalam Liturgi Di Gereja Interviewed by Yolanda Wattimena.”
Kamma, F. .. 1993. “Ajaib Di Mata Kita Jilid III.” Masalah Komunikasi Antara Timur Dan Barat Dilihat Dari Sudut Pandang Selama Seabad Pekabaran Injil Di Irian Jaya. Vol. 3901208. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Kamma, Freerk Ch. 1972. Koreri Messianic Movements in the Byak-Numfor Culture Area.
Kamma, Freerk Ch. 1981. “Ajaib Di Mata Kita Jilid I.” Masalah Komunikasi Antara Timur Dan Barat Dilihat Dari Sudut Pandang Selama Seabad Pekabaran Injil Di Irian Jaya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Kamma, Freerk Ch. 1982. “Ajaib Di Mata Kita Jilid II.” Masalah Komunikasi Antara Timur Dan Barat Dilihat Dari Sudut Pandang Selama Seabad Pekabaran Injil Di Irian Jaya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Kamma, Freerk Ch., and Freerk Ch. Kamma. 1972. “The Return of Manseren Manggundi and the Conclusion of the Myth.” in Koreri Messianic Movements in the Byak-Numfor Culture Area.
Kipling, Rudyard. 2006. “The White Man’s Burden (The United States and the Philippine Islands), 1899.” in Selected Poems.
López Palma, Helena. 2016. “Second International Conference on Technologies for Music Notation and Representation, TENOR, 27-29 May, 2016.” in “The expressive function in wor songs.” Anglia Ruskin University, Cambridge, UK.
Marini, Roberth Ruland. 2020. “Pemahaman Dan Keterlibatan Masyarakat Papua Dalam Kargoisme.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta. doi: 10.47167/kharis.v3i1.39.
Meteray, Bernarda. 2020. “Pertumbuhan Nasionalisme Indonesia Di Kalangan Orang Papua 1963-1969.” Masyarakat Indonesia ; Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia 45(NOMOR 1, jUNI 2019):1–18.
Nawawi, Ismail. 2012. “Metoda Penelitian Kualitatif.” CV Dwiputra Pustaka Jaya, Jakarta.
Peachey, Paul P. 1977. “The Radical Reformation, Political Pluralism, and the Corpus Christianum.” in The Origins and Characteristics of Anabaptism / Les Debuts et les Caracteristiques de l’Anabaptisme.
Picanussa, Josefine. 2017.“Wor Dalam Liturgi Ibadah Gerejawi Interviewed by Yolanda Wattimena.”
Rauws, J. 2009. Onze Zendingsvelden (Ladang-Ladang Penginjilan Kita), Di Terjemahkan Oleh, Fred Athaboe, “64 Tahun Sejarah Zending Di Nieuw Guinea”,. Zending Stuie Raad.
Rumansara, Enos. 1995. “Transformasi Wor Dalam Lingkungan Hidup Orang Byak.” Universitas Indonesia.
Rumansara, Enos. 2003. “Transformasi Upacara Adat Papua: Wor Dalam Lingkaran Hidup Orang Byak.” Humaniora.
Rumansara, Enos. 2015. “Memahami Kebudayaan Lokal Papua: Suatu Pendekatan Pembangunan Yang Manusiawai Di Tanah Papua.” Jurnal Ekologi Birokrasi.
Rumbewas, Anthon. 2020. “GERAKAN KEAGAMAAN BARU, MODERNITAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH INJIL DI TANAH PAPUA.” Murai Jurnal Papua Teologi Kontekstual Vol. 1 No.
Rumbrawer, Frans. 2003. “WOR Sebagai Fokus Dan Dinamika Hidup Kebudayaan Byak.” Antropologi Papua.
Rutherford, Danilyn. 1998. “Love, Violence, and Foreign Wealth: Kinship and History in Byak, Irian Jaya.” The Journal of the Royal Anthropological Institute. doi: 10.2307/3034502.
Rutherford, Danilyn. 1999. “Waiting for the End in Byak: Violence, Order, and a Flag Raising.” Indonesia. doi: 10.2307/3351376.
Rutherford, Danilyn. 2006. “Nationalism and Millenarianism in West Papua: Institutional Power, Interpretive Practice, and the Pursuit of Christian Truth.” in The Limits of Meaning: Case Studies in the Anthropology of Christianity.
Sharp, Nonie. 1994. The Morning Star in Papua Barat. Vol. 1. north Carlton, Victoria: Arena Publications.
Sinaga, Rosmaida. 2017. “PEMEKARAN WILAYAH PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA DI NEDERLANDS NIEUW GUINEA (PAPUA) 1898‐1962.” Jurnal Sejarah Lontar. doi: 10.21009/lontar.072.03.
Singh, Bilveer. 2008. Papua Geopolitics and the Quest for Nationhood. New Jersey: Transaction Publisher.
Sterlan, John G.; Godschalk, J. A. 1989. Kargoisme Di Melanesia. Suatu Studi Tentang Sejarah Dan Teori Kultus Kargo. Jayapura.
Suryawan, I. Ngurah. 2017a. “Di ANTARA UGATAMEE DAN INJIL: TRANSFORMASI TEOLOGI-TEOLOGI PRIBUMI DI TANAH PAPUA.” Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies. doi: 10.30983/islam_realitas.v2i1.182.
Suryawan, I. Ngurah. 2017b. “Lahirnya Zaman Bahagia: Transformasi Teologi Pribumi Di Tanah Papua.” JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo. doi: 10.21580/jsw.2017.1.1.1939.
Suryawan, I. Ngurah. 2018. “RUANG BERUBAH BERSAMA-SAMA: ANTROPOLOGI DALAM TRANSFORMASI SOSIAL BUDAYA PAPUA.” Studi Budaya Nusantara. doi: 10.21776/ub.sbn.2018.002.02.02.
Wattimena, Yolanda. 2017. “Wor Kayob Kummesri Tarian Penyambutan Kedatangan Koreri Dari Perspektif Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua Jemaat ‘Korer’ Sburya Klasis Byak Selatan”.” Universitas Kristen Satya Wacana.
Weigert, Hans Werner. 1957. Principles of Political Geography. Appleton-Century-Crofts.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan Institut Agama Kristen Negeri Manado

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
