HARMONISASI CIPTAAN DALAM AL-QURAN, ALKITAB SERTA ABHIDAMMA

DOI:

https://doi.org/10.51667/pwjsa.v1i2.351

Keywords:

Relasi seluruh ciptaan; Deep Ecology; Sufisme; Ekoteologi; Abhidamma.

Abstract

Tulisan ini hendak untuk mengelaborasikan tiga  pandangan kitab-kitab keagamaan yakni Al-Quran, Alkitab serta Abdhidamma dalam menanggapi fenomena dalam masyarakat yang urgent belakangan ini. Fenomena tersebut ialah keberlangsungan hidup manusia dan alam yang senantiasa berdampingan. Di samping itu kitab-kitab keagamaan digunakan sebagai acuan bagi umat beragama dalam merealisasikan hidupnya. Dalam penulisannya, kitab-kitab keagamaan sedikit banyak memuat dikotomi terhadap perkembangan dan keutuhan lingkungan hidup dari cara pandang  antroposentrisme sekaligus ekosentrisme. Hal tersebut menjadi stimulan dan rangsangan bagi setiap umat untuk bertindak terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Tindakan tersebut dapat direalisasikan dalam wujud menguasi alam secara antrophos atau bertindak secara ekosentris. Berdasarkan sikap manusia terhadap alam, maka deep ecology hadir sebagai suatu paradigma yang muncul juga dalam pandangan Ekoteologi maupun Ekosufisme dalam rangka mewujudkan harmonisasi seluruh ciptaan melalui stimulan dilandaskan pada kitab keagamaan. Di samping itu juga, deep ecology nampak dalam dari perspektif Buddha melalui Abhidamma. Data-data yang didapatkan dalam penulisan ini berdasarkan studi literatur dari berbagai penulis yang membahas tentang hubungan manusia dan alamnya. Oleh sebab itu, melalui kitab keagamaan, wacana-wacana tentang lingkungan hidup semakin hari dikabarkan bagi setiap pendengarnya. Dari kitab keagamaan,  muncul gerakan cinta lingkungan yang terus diwartakan dalam setiap peribadahan agar tercapainya harmonisasi tersebut. Akan tetapi, wacana tersebut nyatanya belum dihayati secara benar dalam setiap lapisan masyarakat. Kitab keagamaan sebagai Power of Religion dengan pemahaman yang keliru dapat membangun paradigma-paradigma baru menuju kepada kehancuran lingkungan hidup. Disharmonisasi seluruh ciptaan dapat terjadi jikalau kata “menguasai” dan cara pandang manusia sebagai makhluk super power di salah tafsirkan dalam kehidupan seharinya. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini menawarkan beberapa sudut pandang yang dapat dibangun dalam mencapai harmonisasi seluruh ciptaan.

References

Abdillah, Junaidi. Dekonstruksi Tafsir Antroposentrisme. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Volume 8, Nomor 1, Juni 2014.
Amin, Mochammad Lathif. Eko-Sufisme Islam Aboge Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas. Jurnal Penelitian: Vol. 14, No.2, 2017.
Atabik, Ahmad. Konsep Penciptaan Alam: Studi Koperatof-Normatif antar Agama-agama. FIKRAH: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan,Volume 3, No.1, Juni 2015.
Erari, Karel Phill. Spirit Ekologi Integral. Jakarta: Gunung Mulia, 2017.
Erari, Karel Phill. Tanah kita Hidup kita. Jakarta: Sinar Harapan, 1999.
Harun, martin. Agama Ramah Lingkungan. Jakarta: Paramadina, 2001.
Ilyas, Muhtarom. Lingkungan Hidup dalam Pandangan Islam. Jurnal Sosial Humaniora, Vol.1 No.2, November 2008.
Keraf, Sony. Filsafat Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Kanisius, 2014.
Ludji, Irene. Spiritualitas Lingkungan Hidup: Respon Iman Kristen Terhadap Krisis Ekologi.
Marzuki. Melestarikan Lingkungan Hidup dan Menyikapi Bencana Alam dalam Perspektif
Islam.
Obaid, Moh Yahyah. Religiusitas Lembaga Pendidikan Yang Berwawasan Lingkungan. Jurnal Al-Ta’dib: Vol. 6 No. 1 Januari-Juni 2013.
Ridwanuddin, Parid. Ekoteologi Dalam Pemikiran Badiuzzaman Said Nursi. Lentera: Vol 1. 1, No. I, Juni 2017.
Satmaidi, Edra. Konsep Deep Ecology Dalam Pengaturan Hukum Lingkungan. Jurnal Penelitian Hukum: Supermasi Hukum, Vol. 24, No. 2, Agustus 2015.
Sunarko, A dan A. Eddy Kristiyanto (ed). Menyapa Bumi Menyembah Hyang Ilahi. Yogyakarta: Kanisius, 2008.
Susila, Saylay. Unravelling the Mysteries of MIND & trough Abhidamma. Jakarta: Yayasan Prasadha Jinarakkhia Buddist. 2012.
Walters, John. The Essence of Buddhism. Manufactured in the United States of America. 1834.

Published

2020-12-31 — Updated on 2021-03-06

Versions

How to Cite

HARMONISASI CIPTAAN DALAM AL-QURAN, ALKITAB SERTA ABHIDAMMA. (2021). Pute Waya : Sociology of Religion Journal, 1(2), 82–99. https://doi.org/10.51667/pwjsa.v1i2.351 (Original work published December 31, 2020)

Issue

Section

Articles