ANOMALI-KOLONIAL DI PAPUA SEBAGAI LEGITIMASI IDENTITAS DAN NASIONALISME PAPUA
DOI:
https://doi.org/10.51667/pwjsa.v5i2.2248Keywords:
Orang Papua, Nasionalisme Papua,Kekristenan, Poskolonial, Anomali-Kolonial.Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan pengaruh dari Kekristenan terhadap legitimasi identitas dan Nasionalisme Papua serta menemukan dimensi baru. Dalam konteks Papua, orang-orang Papua selalu menjadi sang liyan di NKRI. Papua hanya mengacu pada kekayaan alam yang ada. Hal ini tercermin dalam eksistensi Freeport pasca-New York Agreement pada tahun 1962. Bahkan dalam berbagai catatan historis, dapat dilihat bahwa Sumber Daya Alam di Papua selalu lebih menjadi sorotan ketimbang Sumber Daya Manusianya. Bahkan stigma separatis, perilaku rasialis dan diskriminatif terhadap orang Papua masih eksis hingga saat ini. Melalui metode penelitian literatur dan meminjam perspektif poskolonial dari Frantz Fanon, orientalisme Edward Said, konsep identitas hibrid dan mimikri Homi Bhabha, teori identitas Manuel Castells, dan konsep mitos Karen Armstrong, penelitian ini menemukan dua pokok penting dalam pembahasan mengenai pengaruh Kekristenan terhadap legitimasi identitas dan Nasionalisme Papua. Pertama, orang Papua telah terjebak dalam kepentingan politik global. Kedua, kolonialisme barat di Papua memiliki karakteristik tersendiri. Berdasarkan penggunaan teori dan konsep-konsep tersebut, tulisan ini telah menunjukkan temuan yang baru. Konsep “Anomali-Kolonial di Papua” merupakan temuan utama dalam tulisan ini yang belum pernah dibahas pada tulisan-tulisan lain. Konsep ini juga dapat digunakan sebagai perspektif untuk memahami korelasi antara Kekristenan terhadap legitimasi identitas dan Nasionalisme Papua.
References
Aditjondro, George Junus. Cahaya Bintang Kejora. Jakarta: Elsam, 2000. Armstrong, Karen. A Short History of Myth. Edinburgh: Canongate, 2005.
Anderson, Bennedict. Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso, 2006.
Bhabha, Homi K. The Location of Culture. London: Routledge, 1994.
Castells, Manuel. The Power of Identity. Oxford United Kingdom: Wiley-Blackwell, 2010. Fanon, Frantz. The Wretched of the Earth. New York: Grove Press, 1963.
Gandhi, Leela. Teori Poskolonial. Yogyakarta: Qalam, 2001.
Kaelan, H. Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner bidang Sosial, Budaya, Filsafat, Seni, Agama dan Humaniora. Yogyakarta: Paradigma, 2012.
Kamma, F. C. Ajaib di Mata Kita Jilid I. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1981. ___________ Ajaib di Mata Kita jilid III. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993. ___________Koreri. Merauke: Fakkara Publishing, 2010.
Karma, Filep. Seakan Kitorang Setengah Binatang:Rasialisme Indonesia di Tanah Papua. Jayapura: Deiyai, 2014.
Koentjaraningrat. Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan, 1994. Loomba, Ania. Kolonialisme/Pascakolonialisme. Yogyakarta: Bentang, 2003.
Meteray, Bernarda. Nasionalisme Ganda Orang Papua. Jakarta: Kompas, 2012.
Ngelow, Zakaria J. Kekristenan dan Nasionalisme: Perjumpaan Umat Kristen Protestan
dengan Pergerakan Nasional Indonesia 1900-1950. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017. Said, Edward W. Orientalism. New York: Vintage Books, 1978.
Suryawan, I Ngurah. Jiwa yang Patah: Rakyat Papua, Sejarah Sunyi, dan Antropologi Reflektif.
Yogyakarta: Basabasi, 2019.
________________ Hidup Papua Suatu Misteri. Yogyakarta: Basabasi, 2022.
Yoman, Socratez Sofyan. Pemusnahan Etnis Melanesia:Memecah Kebisuan Sejarah
Kekerasan di Papua Barat. Yogyakarta: Galang Press, 2007.
Zed, M Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2014.
Artikel:
Darsono. (2022). Pembangunan Nasionalisme Indonesia di tengah Kekuatan Keragaman
Budaya: Kasus Menguatnya Nasionalisme Papua dalam Perspektif Multikulturalisme,
Juice Pol: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Volume 2 No. 1, 2022.
Meteray, Bernarda dan Yan Dirk Wabiser. (2019). Pertumbuhan Nasionalisme Indonesia di Kalangan Orang Papua 1963-1969, Jurnal MI: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Indonesia,
Volume 45 No. 1, Juni 2019, 1-18.
Hutubessy, Fred Keith. (2017). Menguatnya Sakralitas-Nasionalisme dalam Fenomena
Kekerasan, Sintesa: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, Volume 8, Nomor 2, September
, 69-77.
Yusuf, Muhammad, dkk. (2021). Menata Kontestasi Simbol-Simbol Keagamaan di Ruang
Publik Kota Jayapura, Jurnal Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, Agustus 2021.
Website:
https://jubi.co.id/menggali-pesan-pdt-i-s-kijne-bagi-kehidupan-di-tanah-papua/, diakses pada tanggal 25 Oktober 2022, pukul 21.33 WIB.
https://indoprogress.com/2017/03/mengapa-kita-harus-terus-mewacanakan-persoalan-papua/, diakses pada tanggal 9 November 2022, pukul 18.33 WIB.
https://kumparan.com/kumparannews/menyaksikan-kemegahan-patung-yesus-kristus-raksasa- di-pulau-mansinam-1qupXNaLgNw , diakses pada tanggal 9 November 2022, pukul 20.21 WIB.
https://regional.kompas.com/read/2011/08/01/11293243/Patung.Yesus.Dibangun.di.Bandara. Merauke , diakses pada tanggal 9 November 2022, pukul 20.35 WIB.
https://www.suara.com/news/2022/01/18/093548/cek-fakta-manokwari-papua-resmi-jadi- kota-injil-larang-adzan-sampai-pembangunan-masjid-benarkah, diakses pada tanggal 9 November 2022, pukul 20.52 WIB.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Seni Dan Ilmu Sosial Keagamaan Institut Agama Kristen Negeri Manado

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
