RESILIENSI PEREMPUAN PETANI SEBAGAI UPAYA SAKRALISASI TANAH KELONDEY
DOI:
https://doi.org/10.51667/pwjsa.v4i2.1687Keywords:
Kelelondey, perempuan petani, resiliensi, sakralisasi.Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan keterhubungan antara bentuk-bentuk resiliensi perempuan petani di tengah konflik agraria dengan upaya sakralisasi tanah pertanian Kelelondey. Penelitian ini dilakukan di desa Raringis Utara, Langowan Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, dengan mengaplikasikan pendekatan kualitatif seperti observasi pertisipatoris, wawancara mendalam serta studi pustaka. Penulis mengkolaborasikan teori sakralisasi ruang dari Mircea Eliade dengan perspektif poskolonial dan interseksional. Perempuan petani diketengahkan sebab secara simultan mereka mengalami interseksi penderitaan yang diakibatkan oleh kolonialisme dan neokolonialisme seperti: peminggiran perempuan dari ruang sosio-kultural Minahasa, eksploitasi kerja lewat pemberian upah a-simetris serta penyerobotan wilayah pertanian oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Penelitian ini menemukan bahwa resiliensi perempuan petani yang teramati lewat percabangan resistensi menunjukan nuansa relijius yang mengintegrasi tradisi Kristen dan tradisi Minahasa, di mana tanah Kelelondey direkonstruksi sebagai Axis Mundi yang berkeadilan holistik. Oleh karena itu perjuangan perempuan petani Kelelondey dinilai sebagai upaya untuk mewujudkan keadilan bagi integritas perempuan, komunitas dan tanah ulayat melalui pengejawantahan firman Allah dan nasehat leluhur.
References
Ammerman, T. (2021). Studying Lived Religion. New York University.
Arivia, G. (2006). Feminisme: Sebuah Kata Hati. Penerbit Buku Kompas.
Arivia, G. (2017). Human Capabilities for Fair Development: Case Study of Women
Prawn Farmers in Dipasena, Lampung. Jurnal Perempuan, 22(4), 359.
https://doi.org/10.34309/jp.v22i4.208
Bauhardt, C., & Harcourt, W. (2019). Feminist Political Ecology and The Economics
of Care : In Search of Economic Alternatives. Routledge .
Candraningrum, Dewi. (2014). Under Keningar Trees, the Bulls Drink No More:
Myth of Mother Merapi. In D. Candraningrum (Ed.), Body Memories:
Goddesses of Nusantara, Rings of Fire and Narratives of Myth. Yayasan Jurnal
Perempuan.
Candraningrum, Dewi. (2015). Politik Rahim Perempuan Kendeng: Kajian SRHR
dan Perubahan Iklim . In D. Candraningrum (Ed.), Ekofeminisme III : Tambang
Perubahan Iklim dan Memori Rahim. Jalasutra.
Creswell, John. (2014). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih Diantara
Lima Pendekatan (3rd ed.). Pustaka Pelajar.
Eliade, M. (2002a). Mitos Gerak Kembali Yang Abadi: Kosmos dan Sejarah (S.
Abdullah, Ed.). Ikon Teralitera.
Eliade, M. (2002b). Sakral dan Profan (A. N. Permata, Ed.). Fajar Pustaka Baru.
Handayani, T., & Sugiarti. (2002). Konsep dan Teknik Penelitian Gender (S. Dharma,
Ed.). Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang.
Ji-Sun Kim, G. (2022). Intersectional Theology and Migration in Asia. In M. Yuen
Yin-Mee & R. W. Wolfe (Eds.), Displacement and Disqualification: Asian
Feminist Theological Perspectives. Claretian Communications Foundation, Inc.
Jurnal Perempuan. (2016, March 26). Aleta Baun: Perempuan yang Menyusui Batu
dan Mengasuh Tanah. Redaksi Jurnal Perempuan.
Kasmiati, K., & Oktaviana, G. (2022). Perlawanan Harian Perempuan untuk
Percepatan Kebijakan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan
Sosial (PS). Jurnal Perempuan, 27(1), 29–41.
https://doi.org/10.34309/jp.v27i1.655
Koagow, F. (2002). Poso dalam Kehidupan. In R. Mamengko (Ed.), Etnik Minahasa
dalam Akselerasi Perubahan: Telaah Historis, Teologis, Antropologis. Pustaka
Sinar Harapan.
P u t e W a y a V o l . 4 , N o . 2 , 2 0 2 3
Lattu, I. Y. M. (2019). Orality and Ritual in Collective Memory: A Theoretical
Discussion. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(2), 94.
https://doi.org/10.22146/jps.v6i2.51580
Lattu, I. Y. M. (2023). Ante-Sacred-Space and the Interreligious Sphere in a Covid-
ICU Room. In Interconnectivity, Subversion, and Healing in World
Christianity. Bloomsbury Publishing.
Loomba, A. (2000). Colonialism/ Postcolonialism. Routledge.
Mandey, G. N., & Pinatik, H. (2022). Agama dan Negara. Panangkaran: Jurnal
Penelitian Agama Dan Masyarakat, 6(2), 176–203.
https://doi.org/10.14421/panangkaran.v6i2.2927
Mangililo, I. D. (2015). Bumi Sebagai Tubuh Manusia: Studi Kasus Perempuan
Mollo Melawan Tambang Mangan . In Dewi. Candraningrum (Ed.), dalam
Ekofeminisme III : Tambang Perubahan Iklim dan Memori Rahim. Jalasutra.
Marsana, W. (1992). Kekuasaan dan Kekerasan Menurut Johan Galtung. Penerbit
Kanisius.
Mawikere, F. R. (2002). Minahasa dan Kolonialisme: Warisan Sejarah, Akselerasi
Perubahan dan Dinamika Hubungan Sampai Akhir Abad Ke-19. In R.
Mamengko (Ed.), Etnik Minahasa dalam Akselerasi dan Perubahan : Telaah
Historis, Teologis, Antropologis. Pustaka Sinar Harapan.
Mawuntu, M. (2017). Redefinisi dan Rekonstruksi Tou, Kajian Sosial Terhadap
Identitas Sosial Minahasa dan Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI). Universitas Kristen Satya Wacana.
Mosse, J. (1996). Gender dan Pembangunan. Rifka Anisa Women’s Crisis Centre .
Pradhani, S. I. (2019). Diskursus Teori Tentang Peran Perempuan dalam Konflik
Agraria. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 5(1), 69.
https://doi.org/10.31292/jb.v5i1.320
Pui-Lan, K. (2021). Post-colonial Politics and Theology: Unraveling Empire for a
Global World. Westmister John Knox Press.
Renwarin, P. (2007). Matuari Wo Tonaas (Vol. 1). Cahaya Pineleng.
Scott, James. (1993). Perlawanan Kaum Tani (1st ed., Vol. 1). Yayasan Obor
Indonesia.
Setiawan, R. (2018). Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak.
Poetika, 6(1), 12. https://doi.org/10.22146/poetika.v6i1.35013
Shiva, V. (1988). Staying Alive : Women, Ecology and Survival in India. Kali For
Women.
P u t e W a y a V o l . 4 , N o . 2 , 2 0 2 3
Sopacoly, M. M., Lattu, I. Y. M., & Timo, E. I. N. (2019). Sakralitas Waruga: Situs
Suci dan Identitas Kultural Masyarakat Minahasa. FIKRAH, 7(2), 217.
https://doi.org/10.21043/fikrah.v7i2.5055
Syihab, T. I., Murdiningrum, Y. A., & Wibowo, L. R. (2020). Purun and The Bitter
Realities of Women’s Struggle in Peatland Areas. Jurnal Perempuan, 25(1), 37.
https://doi.org/10.34309/jp.v25i1.404
Walby, S. (2014). Teorisasi Patriarki. Jalasutra.
Wenas, J. (2007). Sejarah dan Kebudayaan Minahasa. Institut Seni Budaya Sulawesi
Utara .
