IDENTITAS DIRI PEREMPUAN MUSLIM GENERASI Z (Studi Kasus Pengguna TikTok Mahasiswa FEBI 2019 UIN SATU Tulungagung)

Authors

  • Oktavia Vindy Nur Azizah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • A Zahid UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.51667/pwjsa.v4i1.1409

Keywords:

Identitas; perempuan muslim;TikTok; mahasiswa.

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui standarisasi perempuan muslim Generasi Z pada mahasiswa FEBI 2019 UIN SATU Tulungagung dan untuk mengetahui bagaimana TikTok membentuk identitas muslim Generasi Z pada pengguna TikTok mahasiswa FEBI 2019 UIN SATU Tulungagung. TikTok merupakan sebuah aplikasi di mana para penggunanya dapat membuat, mengedit, dan berbagi video berdurasi 15 detik hingga 10 menit yang dilengkapi musik, tulisan, gambar, filter dan efek-efek lainnya sebagai pendukung. Pengguna TikTok ini lebih condong pada Generasi Z. Generasi Z merupakan generasi pertama yang memiliki akses mudah di media sosial sejak dini. Pada awal kemunculannya, TikTok dijadikan ajang untuk menampilkan video gerakan dengan diiringi musik, namun seiring berjalannya waktu TikTok dijadikan sebagai ajang berbagi informasi. Tetapi, tak jarang pula para penggunanya ini menjadikan TikTok sebagai platform untuk membentuk identitas diri. Perilaku pembentukan identitas diri di media sosial ini seakan semakin menjadi ajang perlombaan untuk menampilkan sisi kelebihan, mulai dari paras wajah, keindahan tubuh, skill dan lainnya. Identitas tersebut hadir di dalamnya tentu dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berperan dalam pembentukan identitas baru tersebut. Di antara pengguna TikTok tersebut adalah mahasiswa perempuan muslim Generasi Z FEBI UIN SATU Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menemukan bahwa mahasiswa perempuan muslim Generasi Z FEBI 2019 UIN SATU Tulungagung yang aktif menggunakan TikTok lebih menggunakan konsep “Me” dibandingkan “I”. Karena, mereka memiliki kesadaran bahwa mahasiswa dapat me-manage dirinya di media sosial agar tidak terjadi hal-halnya yang tidak diinginkan seperti pelecehan seksual, body smamming, maupun bullying.

References

Aji, Wisnu Nugroho, dkk. 2020. “Aplikasi TikTok Sebagai Media Pembelajaran Keterampilan

Bersastra”. Jurnal: Metafora. Vol. 6 No. 2.

|Pute Waya Vol. 4, No. 1, 2023

Arafah, Sitti. 2019. JILBAB: “Identitas Perempuan Muslimah Dan Tren Busana”. Jurnal: MIMIKRI. Vol. 5 No. 1.

Arda, Mutia dan Dewi Andriany. 2019. “Analisis Faktor Stimuli Pemasaran Dalam Pembelian Online Produk Fashion Pada Generasi Z”. Jurnal: INTEKNA. Vol. 19 No. 2.

Arisandi, Herman. 2015. Buku Pintar Pemikiran Tokoh-tokoh Sosiologi dari Klasik sampai Modern. Yogyakarta: Ircisod.

Bungin,Burhan 2010. Metode Penelitian Kualitatif (Aktualisasi Metodologis Ke Arah Ragam Varian Kontempore). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

F, Fadhlizha I.R. Dan Hettyy Krisnani. “PERILAKU GENERASI Z TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIK TOK: Tik Tok Sebagai Media Edukasi dan Aktivisme”. Jurnal: Sosial Work. Vol. 10 No. 2.

Fitry, Adheyatul. 2019. “Jilbab Sebagai Ibadah (Studi Fenomenologi Pada Polisi Wanita Polres Baubau)”. Jurnal: Syariah Dan Hukum. Vol. 17 No. 1.

Lesar, Elisa Venesa, dkk. 2021. “Informasi Atau Dokumen Elektronik Yang Memiliki Muatan Perjudian”. Jurnal: Lex Crimen. Vol. 10 No. 2.

Mead, George Herbert. 2022. Mind, Self, and Society, Pikiran, Diri, dan Masyarakat. Yogyakarta.

Moore, Striegel dan Franko. 2002. Body Image Issues Among Girls And Women. New York: Guilford Press.

Nisa, Khairun dan Rudianto. 2017. “Trend Fashion Hijab Terhadap Konsep Diri Hijabers Komunitas Hijab Medan”. Jurnal: Interaksi. Vol. 1. No. 1.

R, Hilda Nainni Dan Pambudi Handoyo. 2014. “Konstruksi Diri Komu nitas “Hijabee” Surabaya Terhadap Hijab”. Jurnal: Paradigma. Vol. 2 No. 3.

Rizer, George. 2011. Teori Sosiologi Klasik. Terjemahan Saut Pasaribu dkk. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sari, Dila Mayang. 2021. “Penggunaan Aplikasi Tiktok sebagai Ajang Eksistensi Diri (Fenomenologi Penggunaan Tiktok pada Mahasiswa UIN Shultan Thaha Saifuddin Jambi”. UIN Shultan Thaha Saifuddin Jambi.

Suprapto. 2003. Metode Penelitian Hukum dan Statistik. Jakarta: Rineka Cipta.

Susilo, Rahmad K Dwi 2008. 20 Tokoh sosiologi Modern: Biografi Para Peletak Sosiologi

Modern. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Thohari, Chamim. 2011. “Konstruksi Pemikiran quraish Shihab Tentang Hukum Jilbab”. Vol.

No. 1.

|Pute Waya Vol. 4, No. 1, 2023

Trisnawati, Tri Yulia. 2011. “Fashion Sebagai Bentuk Ekspresi Diri Dalam Komunikasi”. Jurnal: The Messenger. Vol. 3 No. 1.

Umiarso dan Elbadiansyah. 2014. Interaksionisme Simbolik Dari Era Klasik Hingga Modern. Jakarta: Rajawali. Apriliani, Rosi dan Rizki Setiawan. 2019. “Kontruksi Konsep Diri Mahasiswi Penggemar Budaya Populer Korea”. Jurnal: Hermeneutika. Vol. 5 No. 2.

Wahyuni, Sri. 2013. Metode Penelitian Studi Kasus. Madura: UTM Press.

Yulcin, dkk. 2020. “Jilbab Sebagai Gaya Hidup Wanita Modern Di Kalangan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sam Ratulangi”. Jurnal Holistik. Vol. 13

No. 3.

Downloads

Published

2023-06-30

How to Cite

Azizah, O. V. N. ., & Zahid, A. . (2023). IDENTITAS DIRI PEREMPUAN MUSLIM GENERASI Z (Studi Kasus Pengguna TikTok Mahasiswa FEBI 2019 UIN SATU Tulungagung). Pute Waya : Sociology of Religion Journal, 4(1), 42–62. https://doi.org/10.51667/pwjsa.v4i1.1409

Issue

Section

Articles