MAKNA PEMBEBASAN : SEBUAH REFLEKSI PEMBEBASAN BERDASARKAN KITAB ESTER
DOI:
https://doi.org/10.51667/pwjsa.v3i2.1224Keywords:
Pembebasan, Ester, Gereja, Yahudi.Abstract
Umat Yahudi sangat menderita dan tertekan akibat undang-undang yang telah dikeluarkan
Haman meliputi seluruh negeri Persia. Penderitaan di sini adalah sebuah kata majemuk yang
memperlihatkan baik kondisi fisik maupun batin umat Yahudi. Mereka adalah bangsa tawanan,
masyarakat kelas dua yang tidak punya kekuatan untuk memperjuangkan nasibnya sendiri. Mereka
pasrah seutuhnya pada tindakan dan karya Allah bagi kehidupan mereka. perjuangan pembebasan
Ester dapat dimaknai bukan sekedar pembebasan bangsa Yahudi dari pemusnahan, tetapi juga
merupakan pengangkatan hak-hak kaum tertindas, masyarakat kelas dua, bangsa yang lemah dan
tak berdaya. Pembebasan itu juga bermakna sebagai kelepasan bagi kaum perempuan untuk
mampu mengeluarkan hak suaranya, permohonannya didengar dan dihargai. Untuk memahami
teks ini maka penulis menggunakan metode hermeneutik sosio-historis lalu akan dikaji secara
teologis makna pembebasan yang terdapat dalam kitab Ester, sebab pembebasan dalam kitab Ester
memiliki makna yang luas dan kompleks, yang pada akhirnya mengarah pada kebebasan yang
bertanggung jawab. Pembebasan dalam Kitab Ester menginspirasi dua prinsip yang paling
mendasar yang perlu dikembangkan gereja masa kini. Pertama, pengakuan atas perlu atau
mendesaknya pembebasan dari setiap jenis penindasan, baik politik, ekonomi, sosial, seksual,
rasial, maupun agamawi. Kedua, penegasan bahwa teologi harus tumbuh dari komunitaskomunitas basis Kristen, bukan dipaksakan dari “atas
References
A.A.Yewangoe, Theologi Crucit di Asia, Jakarta: BPK-GM, 1996
Alan Richardson & John Bowden, A New Dictionary of Christian Theology, London: SCM Press,
Aloysius Pieris, An Asian Theology of Liberation, Edinburgh: T & T Clark, 1997
Carey A. Moore, The Anchor Bible Esther, New York: Doubleday and Company, Inc, Garden
City, 1971
C. Groenen, Pengantar Kedalam Perjanjian Lama, Yogyakarta: Penerbit Kanisius 1995
| Pute Waya Vol. 3, No. 2, 2022
Christiaan De Jonge, Menuju Keesaan Gereja; Sejarah, Dokumen-dokumen dan Tema-tema
Gerakan Oikumenis, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006).
Douglas J. Elwood, Teologi Kristen Asia, Jakarta:BPK-GM, 2006
Elisabeth A, Johnson, Kristologi di Mata Kekristenan: Gelombang Pembaharuan Dalam
Kristologi, Yogyakarta: Kanisius, 2003
Maryknoll, N.Y., Jesus Today: A Spirituality of Radical Freedom, Nederland: Orbit Books, 2006
Nolan, Albert, dalam Building Bridges : Dominicans Doing Theology together, disunting oleh
Dominican Sisters International, Dublin: Diminican Publications, 2005.
Paul E. Sigmun, Liberation Theology and The Crissroad, New York: Oxford University Press,
Ulufunmilayo O. Akinyele, Queen Ester As A Servan Leader Ester 7:1-10, Philadelphia: Journal
of Biblical Perspective in Leadership 2, Summer 2009
Wahono Nitiprawiro, Moh. Sholeh, dkk., Teologi Pembebasan: Sejarah, Metode, Paraksis dan
Isinya, Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKSI), 2000
Sumber Internet :
http://id.wikipedia.org/wiki/teologi-pembebasan#cite-note-ekhardt-4. 18 April 2013.
http://www.thejakartaglobe.com/home/ahrc-calls-on-bekasi-district-chief-tosafeguard-relifiousfreedom/519377. 20 April 2013.
http://pemikiranislam.wordpress.com/about-kebebasandiindonesia. 21 September 2012.
http://id.wikipedia.org/wiki/kitab_ester# 18 Februari 2013
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
