MEMANDANG DENGAN PERSPEKTIF BARU: KAJIAN MATIUS 22:32 DAN RELASINYA DALAM KEARIFAN LOKAL; PAWANG HUJAN
DOI:
https://doi.org/10.51667/pwjsa.v3i2.1221Keywords:
Teknologi, Kearifan Lokal; Pawang Hujan, Matius 22:32Abstract
Perkembangan dunia yang semakin pesat mengantarkan manusia pada suatu sisi kehidupan yang lebih modern dan
yang tidak dianggap modern perlahan ditinggalkan dan tidak dipakai lagi. Kearifan lokal yang dilakukan turuntemurun juga dikikis dalam perkembangan teknologi yang pesat ini termasuk didalamnya kearifan lokal: pawang
hujan. Masyarakat yang masih mempertahkan kearifan lokal pawang hujan ini dianggap sebagai ketinggalan
perkembangan dunia dan terkadang dijadikan bahan olok-olokkan, buah bibir masyarakat yang dipandang
negative. Maka di dalam penelitian ini akan dikaji mengenai padangan masyarakat terhadap kearifan lokal
khusunya pawang hujan tersebut dalam sorotan teks Alkitab dari Injil Matius 22:32. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Karena merupakan penelitian di ranah Biblika, khususnya Biblika
Perjanjian Baru, maka penelitian ini mengusung metode penafsiran campuran antara kritik historis dan kritik
naratif dan akan diseberangkan dalam konteks masa kini. Hasil penelitian ini diharapkan agar mengubah cara
pandang dan stigma negative para pembaca tentang mereka yang melakukan bentuk-bentuk kearifan lokal salah
satunya pawang hujan.
References
Alkitab Terjemahan Baru, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2006.
De Jonge, Christiaan. (2020). Menuju Keesaan Gereja Sejarah, Dokumen-Dokumen dan TemaTema Gerakan Oikumenis. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Drane, Jhon. (2016). Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis-Teologis (Terj. P.G.
Katopo). Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Duyverman, E.M. (2013). Pembimbing Ke Dalam Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung
Mulia.
France, R.T. (2007). The New International Commentary on The New Testament: The Gospel
of Matthew. Michigan: Wm. B. Eerdmans Publishing Co.
Hidayat, Syah. (2020). Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan
Verivikatif. Pekan Baru: Suska Pers.
Hakh, Samuel Benyamin. (2019). Perjanjian Baru Sejarah, Pengantar dan Pokok-pokok
Teologisnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hardjana, AM. (1993). Penghayatan Agama: Yang Otentik dan Tidak Otentik. Yogyakarta:
Kanisius.
Hardiman, F. Budi. (2015). Seni Memahami Hermeneutik dari Schleiermacher Sampai
Derrida. Yogyakarta: Kanisius.
Kartawinata, Ade M, dkk. (2011). Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi. Jakarta:
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.
Kementerian Ristekdikti RI. (2017). Lanskap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia.
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI.
Marxsen, Willi. (2018). Pengantar Perjanjian Baru Pendekatan Kritis terhadap Masalahmasalahnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Turner, David L. (2007). Matthew Baker Exegetical Commentary on The New Testament.
Grand Rapids: A Division of Baker Publishing Group.
Vriezen, Th.C. (2019). Agama Israel Kuno. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
JURNAL
Surbakti, Pelita H. Menghidupkan Leluhur Sebuah Penafsiran Terhadap Matius 22:32, Jurnal:
Gema Teologika Vol. 4 No. 1 (April 2019):1-16. Diakses Juli 2022:
https://doi.org/10.21460/gema.2019.41.414
Surbakti, Noel Ghota Prima Bayu. Belajar Menghargai Kearifan Lokal dari Yesus Dalam
Matius 22:32, Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen Vol. 1 No. 2 (Desember 2019): 161-
Diakses Juli 2022: https://doi.org/10.35909/visiodei.v1i2.31
| Pute Waya Vol. 3, No. 2, 2022
WEBSITE
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
KBBI V (0.4.1). Diakses Juli 2022. https://github.com/yukuku/kbbi4
Nafi’an, Muhammad Ilham (Maret 2022). Rara Si Pawang Hujan Ngaku Punya Remote AC
Langit dari Tuhan. Diakses April 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Seni dan Ilmu Sosial Keagamaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
