MAPALUS DALAM KONTEKS HUBUNGAN KRISTEN-MUSLIM : STUDI PERDAMAIAN DI KOTA MANADO

Authors

  • Gerry Nelwan Master Of Arts In Peace Studies (MAPS) – Pascasarjana Fakultas Teologi, UKDW Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.51667/pwjsa.v3i2.1220

Keywords:

Mapalus, Relasi Kristen dan Muslim, Perdamaian, Kota Manado

Abstract

Mapalus sebagai salah kearifan lokal dalam budaya Minahasa yang mengandung makna kerja sama atau gotong royong telah mengalami perluasan makna dan cakupan pada tataran praktisnya hari ini. Kerja Mapalus juga akan mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat Kota Manado yang memiliki keberagaman agama, budaya, etnis,dll. Namun, dibalik keberagaman tersebut sering terjadi pergesekan dalam bentuk sentimen agama di antara masyarakat Kota Manado, khususnya kelompok Kristen dan Muslim. Berangkat dari hal itu, maka penelitian ini bertujuan ingin memperjumpakan Mapalus yang adalah kearifan lokal masyarakat Minahasa, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi agama tua leluhur Minahasa zaman dahulu dalam konteks hubungan antar agama Kristen dan Muslim di Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Data akan diperoleh dengan cara mengumpulkan berbagai hasil penelitian, jurnal, dokumen, buku, dan berita yang dapat menjadi data pendukung. Dengan adanya Mapalus dari tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat, dapat membantu dalam mendorong terciptanya perdamaian dan kerukunan di Kota Manado. Membangun perdamaian termasuk didalamnya yaitu, mendorong tercapainya keadilan bagi setiap masyarakat dari aspek sosial, ekonomi hingga keagamaan. Makna kerja sama yang ada dalam Mapalus diharapkan dapat menjadi basis common values bagi masyarakat lintas agama di Kota Manado dalam mendukung adanya penerimaan dan terbangun sikap inklusif juga moderat.

References

Adam, L. (1975). Pemerintahan di Minahasa. Bhratara.

Buol, R. A. (2014). Mapalus Bantu Bersih Kota, Warga Minahasa Serbu Manado. Kompas.Com. https://regional.kompas.com/read/2014/01/27/1156446/Mapalus.Bantu.Bersihkan.Kota.Warga.Minahasa.Serbu.Manado

CM, F. E. A. R. (2020). METODOLOGI Pemantik & Anatomi Riset Filosofi Teologis (1st ed.). Widya Sasana Publication.

Deta, K. U. (2021). Oral-Based Christian-Marapu Interreligious Engagement: Manawara as A Shared Virtue for Common Liberation. Dialog, 44(2), 178–189.

Graafland, N. (1991). MINAHASA: Negeri, Rakyat, dan Budayanya. (L. R. Montolalu (ed.); Kedua). Pustaka Utama Grafiti.

Halili, S. A. dan. (2020). Indeks Kota Toleran Tahun 2020 (I. Yosarie (ed.)). Pustaka Masyarakat Setara.

Ikanubun, Y. (2020). Gerakan Mapalus di Sulut Menghadapi Covid-19 Saat Peringatan Hardiknas. Liputan6.Com. https://www.liputan6.com/regional/read/4243483/gerakan-mapalus-di-sulut-menghadapi-covid-19-saat-peringatan-hardiknas

Lattu, I. Y. M. (2019). Beyond Interreligious Dialogue: Oral-Based Interreligious Engagements in Indonesia. In G. G. A. P. Lynch (Ed.), Interreligious Dialogue From Religion to Geopolitics (Vol. 10). Koninklijke Brill NV. https://doi.org/10.1163/9789004401266

Lumintang, J. (2015). Konstruksi Budaya Mapalus Dalam Kehidupan Masyarakat Minahasa. Jurnal Administrasi Publik UNSRAT, 1(028), 73–80.

Maarif, S. (2017). PASANG SURUT REKOGNISI AGAMA LELUHUR DALAM POLITIK AGAMA DI INDONESIA. In L. K. Pary (Ed.), CRCS UGM (Edisi Revi). CRCS UGM.

Mansi, L. (2007). Fungsi dan peran tradisi mapalus dalam masyarakat minahasa, sulawesi utara. Jurnal “Al-Qalam,” XX(Xx), 73–84.

Maula, H. F. D. (2021). Agama Lokal dalam Dialog Antaragama: Peluang dan Tantangan. CRCS UGM.

Nelwan, G. (2021). Solidaritas Antaragama dalam Membangun Resiliensi Masyarakat di Era Pandemi Covid-19 di Kota Manado. The Sociology of Islam, 1(2), 86–101.

Nelwan, G. (2022). Identity Politics and Inter-Religious Relations: Analysing the 2020 Election in Manado City. Politicon : Jurnal Ilmu Politik, 4(1), 1–16. https://doi.org/http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/politicon/index

Pinontoan, D. H. R. (2008). Semangat Mapalus dalam Implementasi Otonomi Daerah. Sebuah Usaha Menggali dan Melestarikan Nilai Budaya Minahasa Dalam Proses Pembangunan Bangsa. (I. R. B. Kaunang (ed.); Pertama). Intan Cendekia.

Salaki, R. J. (2014). MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA MELALUI BUDAYA MAPALUS SUKU MINAHASA. Jurnal Studi Sosial, Vol.1(6), 47–52.

Taufani. (2019). Resistensi Masyarakat Manado Terhadap Islamisme Pasca Aksi Bela Islam. In M. Shofan (Ed.), Merawat Indonesia: Refleksi Kritis Isu-isu Keindonesiaan, Keislaman, dan Kemanusiaan. (I, pp. xii–347). MAARIF Institute for Culture and Humanity.

Thelma Wawointana, Haedar Akib, S. T. and F. K. (2016). Role of local institutions “mapalus” as a basis of public service in the field of security and public order in minahasa, Indonesia. The Social S, 11(13), 3370–3374.

Tumiwa, K. K. (2016). “MEMANUSIAKAN MANUSIA: Dialog Antara Si Tou Timou Tumou Tou Dengan Injil Matius 25:31-46 dan Implikasinya Bagi GMIM.” Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta.

Wawointana, T. (2021). Model Kebijakan Mapalus Kamtibmas Dalam Menanggulangi Tawuran Antar Kelompok Pemuda di Kecamatan Malalayang Manado. Jurnal Administro. (Jurnal Kajian Kebijakan Dan Ilmu Administrasi Negara), 3(1), 42–46.

Wenas, P. L., Mengko, S. M., & Sangian, M. M. (2022). Analisis Budaya Kerja Mapalus Dalam Pengembangan Spiritualitas Kerja Dosen Dan Staf Di Jurusan Pariwisata. Jurnal Hospitaliti Dan Pariwisata, 5(1), 221–230. https://doi.org/10.35729/jhp.v5i1.95

Zainuri, A. (2021). The Social Relation of Muslims and Christians in Sidorejo Village, Umbulsari District, Jember Regency. Dialog, 44(2), 245–264. https://doi.org/10.47655/dialog.v44i2.457

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan (Kedua). Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2022-12-31

How to Cite

Nelwan , G. . (2022). MAPALUS DALAM KONTEKS HUBUNGAN KRISTEN-MUSLIM : STUDI PERDAMAIAN DI KOTA MANADO . Pute Waya : Sociology of Religion Journal, 3(2), 1–14. https://doi.org/10.51667/pwjsa.v3i2.1220

Issue

Section

Articles