MENYATU DENGAN ALAM
MEMBANGUN KESADARAN EKO PASTORAL DALAM LINGKUNGAN KELUARGA
DOI:
https://doi.org/10.51667/pjpk.v6i2.2014Keywords:
Eco-pastoral, ecological awareness, environmental preservation, Ekopastoral, kedasaran ekologis, pelesatarian lingkunganAbstract
Abstract
This article discusses the importance of eco-pastoral awareness in the family context as an effort to address the increasingly urgent environmental crisis. Phenomena such as littering, deforestation, and water pollution reflect the low level of human ecological awareness, which not only damages the environment but also threatens the survival of future generations. Eco-pastoral, which integrates spiritual teachings with ecological responsibility, offers a strategic approach to building harmony between humans and nature. This study employs a qualitative method involving interviews, observations, and documentation to explore the role of families as the smallest social unit in instilling environmental preservation values. The findings indicate that families play a significant role in fostering eco-pastoral awareness through internal education and environmentally friendly practices, such as waste recycling and reducing plastic use. Moreover, the church, as a moral and spiritual institution, can contribute by educating congregations, promoting sustainable lifestyles, and integrating environmental issues into pastoral programs. This article recommends collaboration among families, churches, and communities to enhance collective awareness, encourage concrete actions, and drive cultural change toward environmental sustainability. Thus, ecological responsibility becomes an integral part of faith-based living and societal sustainability.
Keywords : Eco-pastoral, ecological awareness, environmental preservation
ABSTRAK
Artikel ini membahas pentingnya kesadaran ekopastoral dalam konteks keluarga sebagai upaya mengatasi krisis lingkungan yang semakin mendesak. Fenomena seperti pembuangan sampah sembarangan, penggundulan hutan, dan pencemaran air mencerminkan rendahnya kesadaran ekologis manusia, yang tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga mengancam kelangsungan hidup generasi mendatang. Eko-pastoral, yang mengintegrasikan ajaran spiritual dengan tanggung jawab ekologis, menawarkan pendekatan strategis untuk membangun harmoni antara manusia dan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengeksplorasi peran keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran signifikan dalam menciptakan kesadaran ekopastoral melalui pendidikan internal dan praktik ramah lingkungan, seperti daur ulang sampah dan pengurangan penggunaan plastik. Selain itu, gereja sebagai institusi moral dan spiritual dapat berkontribusi dengan mengedukasi jemaat, mempromosikan gaya hidup berkelanjutan, serta mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam program pastoral. Artikel ini merekomendasikan kolaborasi antara keluarga, gereja, dan komunitas untuk meningkatkan kesadaran kolektif, mendorong tindakan nyata, dan menciptakan perubahan budaya menuju keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, tanggung jawab ekologis menjadi bagian integral dari kehidupan beriman dan keberlanjutan masyarakat.
Kata Kunci : Ekopastoral, kedasaran ekologis, pelesatarian lingkungan
References
Ananingsih, Kristina & Ignatius Novianto Hariwibowo. Generasi Milenial Cinta Lingkungan. Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata, 2021.
Anggito, Albi & Johan Setiawan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak, 2018.
Borrong, Robert P. Etika Bumi Baru. Jakarta: Gunung Mulia, 2000.
Harianto GP. Teologi Pastoral. Yogyakarta: PBMR ANDI, 2020.
Hasanah, Uswatun & Kenty Martiastuti. Ekologi Keluarga: Sinergisme Keluarga dan Lingkungan. Depok: Karima, 2020.
Hendrysusanto, Antonius Glendnaldy, dkk. Memperbaiki Hubungan Antara Manusia dan Alam Melalui Pemikiran Daisaku Ikeda. Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, vol. 2, no. 2.
Mahasiswa Bersama Dosen STF Driyarkara, Rumah Kita: Suatu Refleksi Iman, 2015-2016.
Manik, K. E. S. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Kencana, 2016.
Muthahhari, Ayatullah Syahid Murtadha. Manusia dan Alam Semesta. Jakarta: Lentera Basritama, 2002.
Pratama, Yoga Ferdinan dkk. Modal Social Masyarakat dalam Mengatasi Limbah Minyak Jelantah melalui Program Tersenyum. Jurnal Sosiologi Andalas. vol. 10, no. 1, 2024.
Salim & Haidir. Penelitian Pendidikan Metode, Pendekatan, dan Jenis, (Jakarta: Kencana, 2019.
Samosir, Christina Metallica dan Fredik Melkias Boiliu. Pendidikan Agama Kristen Sebagai Upaya Menjawab Tantangan Krisis Lingkungan Hidup. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. 1, 2022.
Setiawan, Hendro. (Mungkinkah) Bumi tanpa humus. Jakarta: PT kanisius.
Sindung, Haryanto. Sosiologi Agama: Dari Klasik hingga Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Situmorang, Jonar T.H. Ekklesiologi Gereja Yang Kelihatan Dan Tak Kelihatan: Dipanggil dan Dikuduskan Untuk Memberitakan Karya Penyelamatan Kristus. Yogyakarta: PBMR ANDI, 2021.
Sutjahjo, Arie dan Gatut Susanta. Akankah Indonesia Tenggelam. Jakarta: Penebar Plus, 2007.
Walajo, Eko Baroto. “Sumbangan Ilmu Etnobotani dalam Memfasilitasi Hubungan Manusia dengan Tumbuhan dan Lingkungannya”. Jurnal Biologi Indonesia, vol. 7, no.2, 2011.
Wanget, Samuel W. L. dkk. Tanggung Jawab Gereja Terhadap Persoalan Lingkungan Di Jemaat Gmim Syalom Tuminting Melalui Strategi Pastoral KonselinG. Poimen: Jurnal Pastoral Konseling, vol. 5, no.1, 2024.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 POIMEN Jurnal Pastoral Konseling

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
