SUATU KAJIAN DESKRIPTIF BIMBINGAN KONSELING TERHADAP PERILAKU KECANDUAN MENONTON VIDEO PORNO DAN SEKS BEBAS PADA REMAJA MASA KINI (SEX BEFOREMARRIAGE)
Keywords:
Guidance Counseling, Teens, Free Sex, PornographyAbstract
One of the reasons for doing this research is that adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. During growth and development, adolescents experience changes that require them to adapt. However, it cannot be denied that many young people at this developmental stage are unable to adapt, causing problems that affect their development in life, such as the current prevalence of addictive behaviors such as pornography viewing and free sex. Maladjustment is caused by several factors, including youth quality, family quality, lack of quality information, and environmental quality. Researchers believe that suggestions are needed to help young people solve this problem. This study uses a qualitative descriptive research methodology. The research target is high school teenager.
References
Abu Ahmadi. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Amin Safwan. 2005. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Banda Aceh:
Yayasan Pena.
Asmani, Jamal Makmura. 2010. Panduan Efektif Bimbingan dan Konseling di
Sekolah. Jakarta: Diva Press.
Basri. 2006. Metodologi Penelitian Sejarah Pendekatan, Teori dan Praktik. Jakarta:
Restu Agung.
BKKBN. 2004. Anak Indonesia Rentan Pornografi.
Brown, Douglas. 2003. Language Assessment: Principles and Classroom Practices.
San Francisco: San Francisco State University.
Bulkley, M. 2013. Warning to parents: cyber-sex addiction is a teen issue.
Family.Bootcamp. http://familybootcamp.org/news/2013/11/1/warning-to parents-cyber-sex addiction-is-a- teen-issue
Desmita. 2005. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga. 2017 “Pemanfaatan Data Pelibatan
Keluarga dan Masyarakat di Satuan Pendidikan”. Jakarta: Kemendikbud
Djumhur, dan Surya Moh. Bimbingan dan Konseling di Sekolah.Bandung: CV. Ilmu,
Gunawan, 2011,Perkembangan Peserta Didik. Malang: UMM Pres.
Hurlock, Elizabeth, B. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Jones, M.C., & Furman, W. 2011. Representation of Romantic Relationship,
Romantic Experience, and Sexual Behavior in Adolescence. Journal of The
International Association For Relationship Research. 18(2). 144-164
Lumongga Namora. 2011. Memahami Dasar-dasar Konseling Dalam Teori Dan
Praktek. Jakarta: Kencana.
Nawawi, Hadari. 1995. Metode Penelitian bidang Sosial. Gajah Mada University.
Yogyakarta.
Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
Rineka Cipta.
Prayitno. 2004. Seri Layanan Konseling Layanan Bimbingan Kelompok. Jurusan
Bimbingan Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Padang.
Suyatno, T. 2011. Pengaruh Pornografi Terhadap Perilaku Belajar Siswa (Studi
Kasus: Sekolah Menengah X ). Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa, 1–12.
Suwartono. 2014. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian. Perpustakaan Nasional:
Katalog dalam Terbitan.
Sukardi, Dewa Ketut. 2008. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan
Konseling di Sekolah. Edisi Revisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta Tuntutan
Salahudin, Anas. Bimbingan dan Konseling.Bandung: Pustaka Setia, 2010.
Sudarsono. 1995. Kenakalan Remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabet.
Tohirin. 2008. Bimbingan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Wardati dan Jauhar Mohammad. 2011. Implementasi Bimbingan dan Konseling di
Sekolah. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Yusuf, dan Syamsu. 2008. Psikologi Perkembangan Anak. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
















