Gambaran Father Hunger pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.51667/jph.v6i2.2759Keywords:
Father Hunger, RemajaAbstract
Penelitian ini membahas fenomena father hunger yang dialami remaja, yakni perasaan kehilangan dan kekosongan emosional akibat ketidakhadiran figur ayah baik secara fisik maupun emosional. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran father hunger, mekanisme coping yang digunakan remaja, serta faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan adalah lima remaja berusia 15–22 tahun di Desa Bowombaru, Kabupaten Kepulauan Talaud, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa father hunger muncul akibat perceraian orang tua, kematian ayah, atau keterlibatan emosional yang minim. Dampaknya meliputi kesedihan, kerinduan, kemarahan, harga diri rendah, dan kesulitan menjalin relasi sosial. Remaja menggunakan strategi coping seperti menyibukkan diri, mendekatkan diri dengan ibu, mencari dukungan sosial, atau mencari figur ayah pengganti. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran ayah dalam perkembangan emosional remaja. Temuan ini dapat dijadikan rujukan bagi orang tua, pendidik, psikolog, dan pembuat kebijakan dalam memberikan dukungan pada remaja.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Putri Satalya Diamanti, Melissa Marhet Florencia Waturandang, Yunita Sumakul

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


