Praktik Kekuasaan pada lagu “Tersiksa lagi” Karya Christ Kayhatu, George Lewakabessy

Authors

  • Ryan Sean Kundiman IAKN Manado

DOI:

https://doi.org/10.51667/cjmpm.v2i1.539

Keywords:

Kata Kunci: Analisis Lagu, Tersiksa Lagi, Utha Likumahuwa, Hegemoni, Ideologi, Mitos.

Abstract

Penelitian ini menganaliisis karya lagu Christ Kayhatu dan George Lewakabessy yang berjudul “Tersiksa Lagi” pada album “Nada dan Apresiasi” yang merupakan debut album pertama Utha Likumahuwa pada tahun 1970-an. Karya lagu ini sangat persis dengan karya yang diciptakan oleh ramsey Lewis seorang pemain Piano dan Komponis yang berasal dari Amerika. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana melalui teori hegemoni Anthony Gramsci, teori ideologi interpelasi Louis Althusser dan teori Mitos Roland Barthes.

References

Budiarto, Teguh C. 2001. Music Modern dan Ideologi Pasar. Yogyakarta: Tarawang Press.

Christ, W. & Richard, D. (tanpa tahun). Introduction to Materials And Structure of Music. Prentice Hall, INC, Englewood Clifts, New Jerse.

Ranciere, Jasques. 2004. The Politics of Aesthetics. The Distribution of the Sensible. New York: Contiuum International Publishing Group

M. Miller, Hugh. 2017. Apresiasi Musik. Yogyakarta : Thafa Media Yogyakarta

Pasaribu, Amir. 1986. Analisis Musik Indonesia. Jakarta: PT. Pantja Simpati.

Prier, Karl Edmund. 2014. Inkulturasi Musik Liturgi 1. Yogyakarta : Pusat Musik Liturgi

Prier, Karl Edmund. 2017. Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi

Downloads

Published

2021-06-30

How to Cite

Kundiman, R. (2021). Praktik Kekuasaan pada lagu “Tersiksa lagi” Karya Christ Kayhatu, George Lewakabessy. Clef: Jurnal Musik Dan Pendidikan Musik, 2(1), 52–60. https://doi.org/10.51667/cjmpm.v2i1.539