Etnomusikologi: Pemahaman Awal, Sejarah, dan Tantangan Epistemologis di Era Kecerdasan Buatan

Authors

  • Akbar Bagaskara Chulalongkom University
  • Umilia Rokhani Institut Seni Indonesia Yogyakarta
  • Sarmianti Ansar Institut Kesenian Makassar
  • Nanda Pertiwi Dwiyanti Universitas Negeri Yogyakarta
  • Daggo Alanta Dewa Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.51667/cjmpm.v6i2.1726

Keywords:

Etnomusikologi, Sejarah, Budaya

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan wacana ilmu etnomusikologi khususnya dalam dinamika sejarah, relevansinya pada era kontemporer, serta kaitannya dengan kecerdasan buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik analisis data yang menggunakan konsep Miles dan Huberman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan pengertian etnomusikologi erat kaitannya dengan kajian sosial budaya mengenai musik etnis yang ada dalam suatu kelompok tradisi tertentu. Kemudian dinamika sejarah kajian etnomusikologi mulanya berkembang pesat pada akhir abad ke-18 atau awal abad 19, perkembangan ini juga ikut dipengaruhi nantinya dengan kemunculan dari alat perekam suara yang digunakan etnomusikolog dalam penelitian lapangan. Urgensi dari mempelajari etnomusikologi mempunyai relasi terhadap pemahaman yang lebih jauh tentang evolusi musik itu sendiri, disertai juga keragaman sosial budaya yang menyertainya. Penelitian ini juga menekankan bahwa pada era kecerdasan buatan, praktik etnomusikologi menghadapi sebuah tantangan epistemologis yang baru dan berkaitan dengan relasi pengetahuan dan kekuasaan sebagaimana dikemukakan oleh filsuf Michel Foucault, juga persoalan tentang representasi budaya menurut filsuf Stuart Hall, yang mana kecerdasasan buatan berpotensi dalam membentuk, mensimplifikasi, dan juga merepresentasikan musik tradisi dengan melalui sistem data dan juga algoritma yang tidak sepenuhnya bersifat netral.

References

Alamsyah, Z., & Suherman, A. (2022). Karinding: Dari Ungkapan Hati Menjadi Karya Seni (Sebuah Tinjauan Etnomusikologi). Virtuoso: Jurnal Pengkajian Dan Penciptaan Musik, 5(2), 125–133. https://doi.org/10.26740/vt.v5n2.p125-133

Cheape, H. (2008). The Pastoral or New Bagpipe: Piping and the Neo-Baroque. The Galpin Society Journal, 61, 285–304.

Curth Sachs. (2008). The rise of music in the ancient world, east and west. Courier Corporation.

Foley, D. (2014). Too Many Didgeridoos. Journal of Australian Indigenous Issues, 17(2), 56–71.

Hamilton, & James Sadler. (1994). Sitar music in Calcutta: an ethnomusicological study. Vol. 3. Motilal Banarsidass Publisher.

Hann, C. (n.d.). Ethnomusicology: The Study of Culture and Music. In The Study of Culture and Music.

J.H. Kwabena Nketia. (1984). Universal Perspectives in Ethnomusicology. The World of Music, 26(2), 3–24. https://www.jstor.org/stable/43560981

Keister, J. (2004). The Shakuhachi as Spiritual Tool : A Japanese Buddhist Instrument in the West. Asian Music, 35(2), 99–131.

Knight, R. C. (2017). The KNIGHT REVISION of HORNBOSTEL-SACHS : a new look at musical instrument classification. In Oberlin College Conservatory of Music. https://www2.oberlin.edu/faculty/rknight/Organology/KnightRev2015.pdf

Leonangung Edu, A., & Tarsan, V. (2019). Pendidikan Seni Musik Tradisional Manggarai dan Pembentukan Kecakapan Psikomotorik Anak. International Journal of Community Service Learning, 3(1), 1. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v3i1.17484

Lidskog, R. (2016). The role of music in ethnic identity formation in diaspora: a research review. International Social Science Journal, 66(219–220), 23–38. https://doi.org/10.1111/issj.12091

Mcgann, & Mary E. (2002). Exploring music as worship and theology: research in liturgical practice. Liturgical Press.

Morgenstern, U. (2018). Towards the History of Ideas in Ethnomusicology: Theory and Methods between the Late 18th and the Early 20th Century. Musicologist, 2(1), 1–31. https://doi.org/10.33906/musicologist.439321

Nketia, J. H. K. (1985). Integrating Objectivity and Experience in Ethnomusicological Studies. The World of Music, 27(3), 3–22. https://www.jstor.org/stable/43562711

Onwuegbuzie, A. J., & Weinbaum, R. K. (2016). Mapping Miles and Huberman’s Within-Case and Cross-Case Analysis Methods onto the Literature Review Process. Journal of Educational Issues, 2(1), 265. https://doi.org/10.5296/jei.v2i1.9217

Rice Timothy. (2013). Ethnomusicology: A very short introduction. Oxford University press.

Sturman, & Janet L. (2022). Research Methods in Ethnomusicology (Music Ethnography). In Scholarly Research in Music (pp. 95–113). Routledge.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang Bersifat: Eksploratif, Enterpretif, Interaktif dan Kontruktif. ALFABETA.

Taher, D. (2009). Sejarah Musik 2. Universitas Negeri Yogyakarta.

Thomas Turino. (2010). The Mbira, Worldbeat, and the International Imagination. The World of Music, 52(1), 29–53.

Wang, M. (2024). Cultural Expression and Identity of Philippine Ethnic Music in the Era of Globalization. Pacific International Journal, 7(1), 222–228. https://doi.org/10.55014/pij.v7i1.565

Yamomo M. (2021). Acoustic Epistemologies and Early Sound Recordings in the Nusantara Region: Phonography, Archive, and the Birth of Ethnomusicology. In Made in Nusantara: Studies in Popular Music (pp. 75–82). New York: Routledge.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Bagaskara, A., Umilia Rokhani, Sarmianti Ansar, Dwiyanti, N. P., & Dewa, D. A. (2025). Etnomusikologi: Pemahaman Awal, Sejarah, dan Tantangan Epistemologis di Era Kecerdasan Buatan. Clef: Jurnal Musik Dan Pendidikan Musik, 6(2), 62–76. https://doi.org/10.51667/cjmpm.v6i2.1726