Penggunaan Gamelan dalam Perspektif Pendidikan Seni di Era 4.0
DOI:
https://doi.org/10.51667/cjmpm.v3i2.1073Keywords:
Gamelan, Pendidikan Seni, Kearifan LokalAbstract
Konservasi nilai-nilai kearifan lokal pada era 4.0 merupakan isu dan topik yang menarik untuk dibahas. Upaya konservasi nilai-nilai kearifan lokal dapat membantu manusia memiliki kesadaran sebagai makhluk sosial. Musik gamelan merupakan salah satu dari antara alat musik kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Musik gamelan membawa dampak yang baik terhadap pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Menjadi manusia yang memiliki sensitifitas perasaan untuk sesamanya dan lingkungannya. Menjadi manusia yang mampu beradaptasi dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal ditengah perubahan-perubahan yang terbentuk dari dinamika perkembangan zaman. Semangat ideologi pendidikan seni diantaranya adalah menjadikan manusia sebagai makhluk yang mulia.
References
Antosa, Z. (2014). Pendekatan kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan apresiasi seni mahasiswa pendidikan Guru Sekolah Dasar Fkip Universitas Riau. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 3(2), 85–96.
Darma, B. (2011). Penciptaan Naskah Drama Ambu Hawuk Berdasarkan Tradisi Lisan dan Perspektif Jender. Resital, 12(1), 55–64.
Gorontalo, Pratiknjo, dan A. (2015). Modernisasi Dan Perubahan Sosial Budaya Suku Bajo Dalam Perlindungan Dan Pemanfaatan Sumberdaya Laut Di Sanana Utara Provinsi Maluku Utara. Jurnal Ilmu Sosial & Pengelolaan Sumberdaya Pembangunan, XVII, 94–114.
Hartitom. (2011). “Eksistensi Lagu/ Musik Anak (Musik Populer, Tradisi, dan Media Massa).” Jurnal Ekspresi Seni, 13(1), 28–35.
Jazuli, M. (2011). Model Pewarisan Kompetensi Dalang. Harmonia - Journal of Arts Research and Education, 11(1), 68–82. https://doi.org/10.15294/harmonia.v11i1.2072
Kristanto, A. (2019). KONTEKSTUALISASI GAMELAN JAWA DI GEREJA BAPTIS INDONESIA ( GBI ) NGEMBAK. Tonika, 2(1), 19–31.
Kristanto, A., Sumaryanto, T., & Sunarto, S. (2018). The Form of Javanesse Gamelan in the Worship Liturgy in the Baptism Church Indonesia ( GBI ) Ngembak. 7, 283–288.
Lase, D. (2019). Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0. SUNDERMANN Jurnal Ilmiah Teologi Pendidikan Sains Humaniora Dan Kebudayaan, 1(1), 28–43. https://doi.org/10.36588/sundermann.v1i1.18
Liliweri, A. (2015). Komunikasi Antar Personal. Jakarta: Prenadamedia Group.
Murni, Rohidi, S. (2016). TOPENG SENI BARONGAN DI KENDAYAKAN TEGAL : EKSPRESI SIMBOLIK BUDAYA MASYARAKAT PESISIRAN. Chatarsis : Journal of Arts, 5(2), 150–159.
Robet, R. (2016). Modernitas dan Tragedi: Kritik dalam Sosiologi Humanistis Zygmunt Bauman. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 20(2). https://doi.org/10.7454/mjs.v20i2.5224
Sabri, I., Jazuli, M., F, T. S., & Abdillah, A. (2019). Peran Pendidikan Seni dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir kritis , Konstruktif dan Inovatif pada Era Society 5 . 0. (April 2018).
Triyanto, T. (2009). Proceeding of 2nd International Conference of Arts Language And Culture ART EDUCATION BASED ON LOCAL WISDOM. 33–39.
